Kamis, 07 Desember 2017

Contoh Surat Bisnis Yang Baik dan Benar

Surat Bisnis adalah surat yang digunakan seseorang, lembaga atau institusi yang isinya semata untuk menyampaikan pesan-pesan bisnis kepada pihak lain dengan menggunakan media tertentu, baik melalui Pos, Faks, Telepon atau melalui Jaringan Internet.

Surat Bisnis memiliki beragam jenis, yaitu meliputi Surat Lamaran Kerja, Surat Perintah Kerja, Surat Perjanjian Kerjasama Bisnis, Surat Perjanjian Sewa-Menyewa, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan lain sebagainya. Namun di kesempaatan ini saya hanya akan berbagi beberapa Contoh dari Surat Bisnis seperti yang terdapat di bawah ini:

Surat Lamaran Pekerjaan

Surat Lamaran Kerja adalah surat yang dibuat dan dikirim oleh seseorang yang ingin bekerja disebuah kantor, instansi atau perusahaan tertentu. Surat ini juga termasuk kedalam surat Dinas dan Surat Resmi. Contoh surat lamaran pekerjaan dapat Anda lihat pada postingan kami yang berjudul Contoh Surat Lamaran Pekerjaan Yang Baik dan Benar.

Surat Perintah Kerja (SPK)

Surat Perintah Kerja adalah surat yang dibuat atau dikeluarkan perusahaan atau instansi tertentu kepada pegawai/karyawannya untuk melaksanakan suatu pekerjaan/tugas tertentu. Untuk melihat Contohnya 

Contoh Surat Perintah Kerja (SPK) Yang Baik dan Benar

PT. SUMBER ALAM SENTOSA
Jl. Kebun Teh Km. 5,7 Bandung 568426
Telp. 022 345378 Fax. 022 545896 Mobile. 081764537763
Website: www.sumberalamsentosa.com Email: info@sumberalamsentosa.com

SURAT PERINTAH KERJA
Nomor : 58/SPK/VII/2016

Dalam rangka memenuhi keperluan karyawan di kantor cabang Yogyakarta, maka Direktur PT. Sumber Alam Sentosa memberi perintah kepada:

Nama                                   : Novan Antonio
NIP                                      : 98231303
Alamat                                : Jl. Panjang Timur no.3A Kota Bandung
Jabatan                                : Staf Sirkulasi
Departemen                         : General Affair

Untuk melaksanakan pekerjaan bagian sirkulasi barang dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Masa tugas selama berada di kantor Cabang Yogyakarta adalah selama 5 (lima) bulan, setelah lima bulan pekerjaan selesai, maka diharuskan untuk langsung kembali ke kantor pusat di Bandung
  2. Jika pekerjaan telah selesai sebelum jangka waktu yang ditentukan, maka karyawan tersebut harus tetap langsung kembali ke kantor pusat di Bandung.
  3. Jika pekerjaan belum selesai dalam jangka waktu yang ditentukan, maka diberikan waktu tambahan selama 1 (satu) bulan
  4. Pekerjaan yang tidak selesai dalam jangka waktu yang ditentukan akan dikenakan sanksi
  5. Pekerjaaan yang selesai tepat waktu atau sudah selesai sebelum jangka waktu yang ditentukan, maka akan diberikan bonus tambahan di luar gaji.

Surat perintah ini diberikan kepada Saudara yang bersangkutan untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Bandung, 13 Agustus 2016
PT. Sumber Alam Sentosa

Adi Mahesa
Direktur Utama
 

Surat Perjanjian Kerjasama Bisnis

Surat ini merupakan surat yang dibuat oleh pihak-pihak yang terikat dalam suatu kerjasama bisnis. Adapun kegunaan dari surat ini ialah untuk menuntut hak masing-masing pihak sebagaimana yang dijelaskan dalam butir surat perjanjian yang telah ditanda tangani oleh kedua belah pihak. Silahkan lihat contohnya

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Usaha


SURAT PERJANJIAN KERJASAMA
Para pihak yang bertanda tangan di bawah ini:
1.       Nama                                                    : TUBAGUS HENDRAWAN, S.Pd
No. KTP                                                : 30312345678900
Tempat Tanggal Lahir                     : Yogyakarta, 09 Desember 1979
Alamat                                                  : Jalan Timoho no. 5B Gedongkuning Yogyakarta
Bertindak selaku atas nama diri sendiri, selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA;
2.       Nama                                                    : ABDULLAH RAUF, S. Com
No. KTP/Identitas                            : 30412345678901
Tempat Tanggal Lahir                     : Sleman, 03 Februari 1974        
Alamat                                                  : Jalan Gejayan no.  22 Soropadan Condong Catur Sleman
Bertindak selaku atas nama diri sendiri, selanjutnya dalam perjanjian ini disebut PIHAK KEDUA;
Pada hari ini, Jumat tanggal 12 Maret 2014, masing-masing pihak telah sepakat untuk mengadakan perjanjian kerjasama (selanjutnya disebut Kontrak) dengan ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang diatur dalam 14 pasal sebagai berikut:
Pasal 1
Ketentuan Umum
  1. Pihak Pertama selaku pemilik modal menyerahkan sejumlah uang tertentu kepada Pihak Kedua untuk dipergunakan sebagai modal usaha untuk jenis usaha ekspor furniture.
  2. Pihak Kedua selaku pengelola modal dari Pihak Pertama bertanggungjawab untuk mengelola usaha sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 Ayat 1.
  3. Pihak Kedua menerima modal dalam bentuk uang dari Pihak Pertama yang diserahkan pada saat perjanjian ini disepakati dan ditandatangani.
  4. Pihak Pertama akan mendapatkan keuntungan bagi hasil usaha menurut persentase keuntungan yang telah disepakati bersama sebagaimana diatur dalam Pasal 4.
  5. Masing-masing pihak memiliki andil dalam usaha ini, baik modal maupun tenaga yang besar maupun pembagiannya sebagaimana tercantum dalam Pasal 2, 3, dan 4.
Pasal 2
Modal Usaha
  1. Besar uang modal usaha, sebagaimana disebut pada Pasal 1 Ayat 1 adalah sebesar Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah)
  2. Modal Pihak Pertama tersebut diserahkan kepada Pihak Kedua setelah akad ini ditandatangani oleh kedua belah pihak, melalui transfer ke nomor rekening 0234.567.8910 Bank BCA Cabang Sleman an. Abdullah Rauf.
Pasal 4
Keuntungan
  1. Keuntungan usaha adalah keuntungan bersih (Nett Profit), berupa keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha (Cash Profit).
  2. Prosentase keuntungan usaha untuk Pihak Pertama adalah sebesar 30% dari Nett Profit.
3.       Profit tersebut akan dibayarkan oleh Pihak Pertama maksimal tanggal 5 tiap bulannya.
4.       Profit tersebut dapat disampaikan lewat transfer rekening antar bank yang telah ditunjuk/disepakati atau dapat berupa pemberian cash secara langsung kepada pihak Kedua.

Pasal 5
Kerugian
1.       Jika terjadi kerugian usaha yang disebabkan oleh suatu hal diluar kesalahan Pihak Kedua sebagaimana tercantum pada Pasal 1 Ayat 2 ditanggung oleh kedua belah pihak dengan ketentuan, Pihak Pertama akan menerima pengembalian modal setelah dikurangi setengah dari jumlah kerugian yang diderita.
2.       Jika terjadi kerugian usaha yang disebabkan kelalaian oleh Pihak Kedua, maka Pihak Pertama berhak mendapatkan pengembalian modal usaha secara utuh.
Pasal 6
MASA BERLAKU
1.       Masa berlaku yang tersebut pada Pasal 1 adalah 12 (dua belas) bulan terhitung sejak perjanjian ini disepakati dan ditandatangani.
2.       Atas kesepakatan Para Pihak, Kontrak dapat diperpanjang waktunya dan/atau ditambahkan nilai uang pokok investasi yang diatur dalam Kontrak Baru dan/atau addendum Kontrak.
Pasal 7
JAMINAN
  1. Pihak kedua memberikan sertifikat hak milik berupa Sebidang tanah Hak Milik yang terletak di Desa Suromadu RT.5/III, Kecamatan Condong Catur Depok Sleman Yogyakarta, seluas 10.000 M³ (sepuluh ribu meter persegi).
  2. Pihak pertama wajib mengembalikan sertifikat yang menjadi jaminan sebagaimana disebutkan ayat (1) kepada Pihak Kedua setelah Pihak pertama mengembalikan modal usaha.
Pasal 8
SAKSI-SAKSI
Kedua orang saksi yang menyaksikan dan ikut menandatangani surat perjanjian kontrak ini  adalah:
  1. Nama                    : SUKARWO bin SUMITRO
Umur                    : 53 tahun
Pekerjaan           : Tani
Alamat                  : Desa Randu RT.01/II, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta
Selanjutnya disebut sebagai Saksi I
  1. Nama                    : WIRANTO bin JOKOWI
Umur                    : 48 tahun
Pekerjaan           : Wirausaha
Alamat                  : Desa Randu RT.01/II, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta
Selanjutnya disebut sebagai Saksi II.
Pasal 9
SANKSI BAGI HASIL PIHAK PERTAMA
  1. Apabila Pihak Pertama tidak bisa memenuhi kewajiban sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 4 ayat (3) selama 3 (tiga) hari berturut-turut, maka Pihak Kedua pada tanggal 8 (delapan) di tiap bulannya berhak untuk menagih profit yang menjadi hak Pihak Kedua kepada Pihak Pertama.
  2. Apabila Pihak Pertama sampai dengan 8 (delapan) hari sejak ditagih oleh Pihak Kedua masih belum bisa memberikan Profit yang dimaksud, maka Pihak Pertama wajib mengembalikan uang pokok investasi yaitu sebesar Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) pada hari tersebut ditambah dengan Profit bulanan yang berlangsung. Apabila sampai pada hari tersebut uang pokok investasi tidak/belum dikembalikan dan Profit belum diberikan, maka Pihak Pertama dikenakan uang paksa (dwangsom) sebesar Rp.10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) per hari. Akibat dari keterlambatan ini, maka Kontrak dianggap berakhir setelah semua kewajiban Pihak Pertama dibayarkan.
Pasal 10
PENGEMBALIAN MODAL USAHA
Pihak Pertama berkewajiban mengembalikan modal usaha kepada Pihak Kedua sebagaimana disebut dalam pasal 2 ayat (1) pada tanggal 12 Maret tahun 2015. Apabila sampai pada tanggal tersebut modal usaha belum dikembalikan, maka Pihak Pertama dikenakan uang paksa (dwangsom) sebesar Rp.10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) per hari dan Kontrak dianggap berakhir setelah semua kewajiban Pihak Pertama dibayarkan.
Pasal 11
PINALTY
  1. Selama masa Kontrak, Pihak Pertama maupun Pihak Kedua tidak dapat merubah atau membatalkan atau memutus kontrak ini secara sepihak, kecuali ada kesepakatan bersama yang diatur dalam addendum Kontrak.
  2. Penarikan uang pokok investasi baik sebagian atau seluruhnya sebelum habis masa berlaku Kontrak ini, maka Pihak Pertama mengenakan biaya Penalty yang besarnya sesuai dengan kesepakatan kedua belak pihak.

Pasal 12
AHLI WARIS
  1. Apabila Pihak Pertama sebagai pengelola investasi dalam masa Kontrak mengalami halangan tetap atau meninggal dunia sehingga tidak bisa melanjutkan atau mengelola Usaha ini, maka segala urusan yang mengikat dalam Kontrak ini akan dilanjutkan oleh ahli waris atau kuasa yang ditunjuk (secara tertulis) berdasarkan kesepakatan ahli waris Pihak Pertama.
  2. Apabila Pihak Kedua dalam masa kontrak mengalami halangan tetap atau meninggal dunia, maka segala urusan yang mengikat dalam kontrak ini, Pihak Kedua menunjuk Istri Pihak Kedua untuk melanjutkan kontrak ini kepada dan apabila berhalangan tetap atau meninggal dunia maka akan dilanjutkan oleh ahli waris atau kuasa yang ditunjuk (secara tertulis) berdasarkan kesepakatan ahli waris Pihak Kedua.

Pasal 13
LAIN-LAIN
Bahwa hal-hal yang tidak dan/atau belum cukup diatur dalam Kontrak ini akan diputuskan bersama oleh Para Pihak secara Musyawarah serta dengan berpedoman pada ketentuan-ketentuan dan jiwa dari perikatan/Kontrak ini, dan dituangkan secara tertulis dalam Addendum Kontrak yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini atau menjadi satu kesatuan dengan kontrak ini.
Pasal 14
STATUS HUKUM
Bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan Kontrak ini dengan segala akibatnya, maka Para Pihak sepakat memilih tempat kediaman hukum (domisili) yang umum dan tetap di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri

Demikian Kontrak ini dibuat dan diselesaikan pada hari dan tanggal seperti tersebut pada bagian awal Kontrak ini. Segera, setelah Kontrak ini dibuat, Para Pihak dan Istri Pihak Kedua, lalu menandatangani Kontrak ini diatas materai, dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta tanpa adanya unsur paksaan dari pihak manapun serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Dibuat di              :  Sleman
Pada tanggal      :  12 Maret 2014

PIHAK PERTAMA                                                                           PIHAK KEDUA


TUBAGUS HENDRAWAN, S.Pd                                                   ABDULLAH RAUF, S. Com

Mengetahui
SAKSI PIHAK PERTAMA                                                              SAKSI PIHAK KEDUA


SUKARWO bin SUMITRO                                                           WIRANTO bin JOKOWI

 
 Baca Juga:

Surat Perjanjian Sewa-Menyewa

Surat ini biasanya dibuat disaat adanya suatu transaksi sewa-menyewa antara satu pihak dengan pihak lainnya. Surat ini dibuat oleh pihak penyewa dan yang menyewakan. Surat ini memuat perjanjian tertulis berkenaan dengan kesepakatan sewa-menyewa yang disetujui serta ditandatangani oleh kedua belah pihak.

SURAT PERJANJIAN SEWA MOBIL BULANAN

Pada hari ini Kamis, tanggal 1 (satu) bulan 11 (November) tahun 2012 (Dua Ribu Dua Belas), yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : M.N.Nur Hidayat, S.Sos
Pekerjaan : Owner CV. Pitoe Karya Utama (Jasa Rent Cars)
Alamat : Jl. Pleret Selatan 2 Banyuanyar, Surakarta
Telephone : 0271 – 9235050
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan CV. Pitoe Karya Utama (Jasa Rent Cars) yang berkedudukan di Jl. Pleret Selatan 2 Banyuanyar Solo dan selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA
Nama : Ir. S. Edi Waluyo, MM
Pekerjaan : Konsultan District Agribusiness & Management / Organization Development Specialist
Alamat : Jl. Sukun II No.4 Karangasem, Surakarta
Nomor KTP : 33.1207.101163.0003
Telephone : 0818.487.674
 
 

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

SIUP atau Surat Izin Usaha merupakan surat yang dibutuhkan sebagai dokumen jaminan untuk usaha tertentu. Tanpa memiliki sertifikat surat Izin Usaha Perdagangan maka sewaktu-waktu usaha/perusahaan yang sedang berjalan dapat dibubarkan oleh pemerintah melalui instansi terkait karena dianggap ilegal mengingat tidak adanya Surat Izin Usaha Perdagangan.

Surat Lamaran Kerja yang Baik dan Benar

FORMULIR PERMOHONAN SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN
(SIUP KECIL/MENENGAH/BESAR)
Nomor: ..............................

Kepada Bupati {Nama Kabupaten/Kotamadya}
Cq. Kepala Kantor Pelayanan Perizinan
Terpadu Satu Pintu
Kabupaten/Kotamadya {Nama Kabupaten/Kotamadya}
I. Maksud Permohonan Izin: Memperoleh SIUP
II. Identitas Perusahaan
      1. Nama Perusahaan                            : .......................
      2. Bentuk Perusahaan                           : .......................
      3. Merek                                              : .......................
      4. Alamat Perusahaan                            : .......................
          Lokasi Perusahaan                               : .......................
          Nomor Telepon/Fax                             : .......................
          Status Tempat Usaha                         : .......................
      5. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)      : .......................
III. Identitas Pemilik/Direktur Utama/Penanggung Jawab Perusahaan
      1. Nama Lengkap                                   : .......................
      2. Tempat/Tanggal Lahir                          : .......................
      3. Alamat Rumah                                 : .......................
      4. Nomor Telepon/Fax                            : .......................
      5. Istri/Suami
          a. Nama                                            : .......................
          b. Kewarganegaraan                         : .......................
IV. Modal Disetor dan Kekayaan Bersih (Netto): Rp200.000.000,-
Perusahaan seluruhnya tidak termasuk tanah dan tempat usaha.
V. Kegiatan Usaha:
      1. Kelembagaan                                      : .......................
      2. Bidang Usaha (sesuai KLUI)                  : .......................
      3. Jenis barang/Jasa Dagangan Utama    : .......................

Jakarta, ....................................
Pimpinan Perusahaan,


(                                             

0 komentar

Posting Komentar